KIH Semakin Tidak Solid dan Kepentingan Pribadi! PDIP Iri Jatah PKB, Menteri PKB Bakal Dicopot
PDIP meminta tambahan jatah lima menteri jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Hal itu menunjukkan selama ini Presiden Joko...
http://mediapersatuannews.blogspot.com/2015/06/kih-semakin-tidak-solid-dan-kepentingan.html
PDIP meminta tambahan jatah lima menteri jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Hal itu menunjukkan selama ini Presiden Jokowi tidak mengakomodir ambisi kader PDIP.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (25/06). “Kalau membacanya secara politik, permintaan tambahan menteri dari PDIP itu menandakan Jokowi tidak memperhatikan PDIP. Yang selama ini adanya hubungan tidak harmonis Jokowi-Mega sudah terbukti dengan pernyataan PDIP yang minta tambahan kursi di kabinet,” tegas Muhammadi Huda.
Kata Huda, Jokowi justru lebih merangkul kubu Koalisi Merah Putih (KMP). Tujuannya, untuk memperkuat anggota kabinetnya. “Kalau ada anggota KMP bergabung dengan pemerintahan Jokowi, anggota KIH lainnya bisa tersinggung,” kata Huda.
Huda mengatakan, PKB terlihat ‘menolak’ reshuffle kabinet, karena karena khawatir kadernya terpental dari pemerintahan. “Namanya politik itu cepat berubah. PKB yang bukan pemenang pemilu justru kadernya lumayan banyak di pemerintahan. Ini yang membuat iri PDIP. Jika Jokowi melakukan reshuffle, kader PKB kemungkinan bisa dicopot,” jelas Huda.
Selain itu, menurut Huda, Jokowi ingin memperkuat dukungan di parlemen agar program pemerintah dapat berjalan dengan lancar. “Menggandeng KMP itu agar program pemerintah tidak banyak diributkan oleh anggota KMP,” jelas Huda.
Huda pun mengingatkan, tidak ada jaminan, jika Jokowi menggandeng KMP, terjadi stabilitas politik. “SBY sudah menggandeng partai politik yang menguasai parlemen. Di parlemen masih saja ribut seperti yang dilakukan PKS dan Golkar,” ungkap Huda.
