flatnews

Nasib Tragis Seorang TKW, Disiksa Majikan Sampai Kebiru-biruan

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Oman, Nok Ayu Siti Amalia (29) menjadi korban kekerasan majikannya. Kini wanita yang akrab dipanggil...









Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Oman, Nok Ayu Siti Amalia (29) menjadi korban kekerasan majikannya. Kini wanita yang akrab dipanggil Ayu itu kerap mengamuk lantaran mengalam depresi setelah tiba di Tanah Air.



TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Desa Sarireja Tonjong Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Oman. Dia selalu menjadi korban kekerasan majikannya. Setiap satu kesalahan, Nok dipukul majikannya, baik dengan tangan kosong maupun benda keras. Saat ini tubuh Nok masih tergolek lemas di ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, Kamis (25/06/2015).



Wajahnya dipenuhi luka lebam, sementara, telapak kaki dan kedua tangannya biru-kebiruan serta bagian belakang kepala lebam akibat sering dipukul majikan. Bahkan kini kondisi Nok sungguh memprihatinkan. Selain mendapatkan siksaan dan pukulan dari majikan semasa bekerja di Oman, Ayu kini mengalami depresi dan terpaksa kedua tangan dan kakinya diikat menggunakan tali agar tidak terus mengamuk.



Menurut keterangan suami korban Taswad (31), istrinya sudah bekerja sebagai TKI di Oman sejak 8,5 bulan yang lalu. “Istri saya berangkat setelah lebaran tahun 2014 lalu,” ujar Taswad saat menemani istrinya di RSUD Brebes. Kepulangan Nok ke Indonesia secara mendadak dan tidak mengabarkan kepada pihak keluarga.



Saat pulang ke Indonesia, Nok diantar oleh seseorang yang mengantarkan sampai Bandara Soekarno Hatta Jakarta pada Jumat (19/6/2015) lalu. Namun, setibanya di Bandara, Nok dilepas begitu saja tanpa seorang pun yang menemaninya untuk menyerahkan ke pihak keluarga. “Hari pertama bulan ramadan lalu, malam sekitar pukul 23.00. Saya ditelpon seseorang disuruh jemput Nok di Bandara,” ujar Taswad



Mendapat kabar itu, kedua orang tua Nok langsung menjemputnya di Bandara. Tak disangka-sangka, kepulangan Nok membuat keluarganya sedih. Karena, Ayu dalam kondisi linglung dan di sekujur tubuhnya mengalami lebam.



“Waktu di Bandara, istri terlihat bingung sebelum bertemu orang tuanya. Ia, tidak membawa Koper ataupun barang-barang lainya. Hanya, uang sekitar Rp 1 juta yang ada di kantong celananya,” ungkapnya. Melihat kondisi Nok yang kurang wajar, kemudian pihak keluarga membawanya ke kampung halaman di Brebes.





Lebih lanjut Taswad menjelaskan Ayu kerap mengamuk setelah pulang ke Tanah Air. Selain itu, tubuh perempuan berusia 25 tahun tersebut pun penuh dengan luka lebam. “Padahal saat berangkat satu tahun yang lalu Ayu sehat-sehat saja. Bahkan ia mengaku kerasan di tempatnya bekerja. Belakangan ia menuturkan kalau majikannya rewel,” kata Taswad.



Ayu berangkat bekerja setelah Lebaran tahun lalu, lewat PJTKI Lintas Buana Karya, Jakarta. Namun, hanya bertahan setahun Ayu dipulangkan majikannya dalam kondisi mengenaskan. Badannya penuh luka dan jiwanya tergoncang.



“Saya malah tidak tahu kalau istri sudah pulang, pihak keluarga yang memberi tahu istri pulang. Saat itu saya masih bekerja di Jakarta. Sekarang Ayu sudah dua hari di Rumah Sakit, kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya sedih.



Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes, Rini Pujiastuti, mengaku prihatin dengan kondisi Ayu. Ia meyakini Ayu merupakan korban kekerasan mengingat tubuh korbannya yang penuh dengan luka.



“Nanti pihak kami akan melakukan pendampingan dengan mengusahakan pengobatan gratis, karena Ayu merupakan perempuan korban kekerasan. Nanti kami akan koordinasi dengan pihak Kepala RSUD,” kata Rini.



Sementara, Kepala RSUD Brebes, dr Oo Suprana membenarkan adanya perawatan gratis bagi perempuan korban kekerasan. Pihaknya berjanji akan terus mendampingi para korban perempuan tersebut dengan segala fasilitas rumah sakit yang ada.















sumber: simomot

Related

News 8228758461259770059

Follow Us

Populer

Terkini

Terkomentari

Ads

Ads

Media Persatuan

Kami Hadir Sebagai media pemersatu Indonesia dan mampu menginspirasi anak bangsa dengan berlandaskan semangat nasionalisme-kebangsaan.

item