Ramadhan Bertepatan Musim Kemarau! Udara Pagi Hari Dingin Siang Hari Panas, Waspada! Radang Tenggorakan dan Virus Flu
Bulan Mei dan Juni ini menjadi awal musim kemarau panjang tahun 2015 ini yang diperkirakan baru berakhir pada bulan November mendatang. Damp...
http://mediapersatuannews.blogspot.com/2015/06/ramadhan-bertepatan-musim-kemarau-udara.html
Bulan Mei dan Juni ini menjadi awal musim kemarau panjang tahun 2015 ini yang diperkirakan baru berakhir pada bulan November mendatang. Dampak perubahan musim ini pun mulai terasa, antara lain perbedaan suhu yang signifikan antara siang hari dan malam hari.
Adanya anomali ini juga berpotensi menimbulkan banyak sekali penyakit yang timbul dalam rentang waktu tersebut.
Kepala Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogya, Endang Sri Rahayu, menuturkan penyakit yang akan sering menyerang pada musim kemarau adalah Radang Tenggorok, selain penyakit Flu dan penyakit lain.
Radang Tenggorok adalah peradangan yang menyerang pada bagian tenggorokan (faring), akibatnya tenggorok akan terasa sakit dan kering. Radang Tenggorok bisa disebabkan karena kekeringan atau kurangnya minum.
"Kemarau nanti kan bisa jadi persediaan air berkurang, cuaca yang panas menyebabkan keringnya tenggorokan. Apalagi pas saat kita puasa, kita tidak bisa minum makan leluasa di siang hari, nanti muncul peradangan bagian tenggorok," ujar Endang, Jumat (26/6/2015)
Endang menghimbau supaya masyarakat tetap menjaga cairan dalam tubuh, agar tidak sampai mengalami kekeringan. Ia menganjurkan konsumsi air yang cukup selama kemarau, khususnya selama puasa berlangsung.
"Minum air secukupnya, delapan gelas sehari. Dua pas waktu kita buka, empat gelas sewaktu malam hari, seusai tarawih dan menjelang tidur, dan dua terakhir sewaktu sahur. Konsumsi air cukup dapat mencegah peradangan tenggorokan," ujarnya.
Selain Radang Tenggorok, Endang juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap virus yang mengakibatkan penyakit-penyakit seperti Influenza yang tak hanya kemarau tetapi ada sepanjang tahun. Kewaspadaan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus Mers yang sedang endemik bagi jamaah umroh dan haji.
"Untuk virus tak hanya kemarau saja, tetapi ada sepanjang tahun. Bagi jamaah haji dan umroh, waspada terhadap penyebaran Virus MERS yang sedang endemik di timur tengah. Kondisi tubuh selalu dijaga, sehingga virus ga bisa membobol sistem kekebalan tubuh kita," ujar Endang.
Selain konsumsi air yang cukup, Endang juga menganjurkan masyarakat untuk memakan makanan yang mengandung vitamin seperti buah dan sayur-sayuran yang dapat berfungsi sebagai antioksidan yang menguatkan kekebalan tubuh, sehingga penyakit tidak dengan mudah menyerang.
"Aktivitas puasa, hemat energi, tidak usah mengerjakan sesuatu yang tidak perlu. Dijaga kondisi tubuh selama badan agar tetap fit selama puasa, karena penyakit menyerang jika daya tahan tubuh menurun. Makan selalu makanan yang bernutrisi dan bervitamin," tutupnya.
