flatnews

Parah! Kok Bisa Loh Indonesia Ekspor Listrik Saat Banyak Wilayahnya Yang Belum Punya Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pemerintah Malaysia berencana menjalin kerja sama ekspor-impor listrik. Kerja sama...





Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pemerintah Malaysia berencana menjalin kerja sama ekspor-impor listrik. Kerja sama ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan beberapa daerah yang masih kekurangan pasokan listrik.



"Sebenarnya itu sudah pernah di-sign pada waktu KTT ASEAN, sekarang jalan, ada engineering, desain, sehingga kali ini kedatangannya untuk mempercepat," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip merdeka, Jumat (26/6/2015).



Menurutnya, untuk saat ini kebutuhan yang paling mendesak ada di daerah Sabah, Malaysia. "Kebetulan yang paling mendesak di Sabah sana itu kan mereka kekurangan, jadi belum ada satu detail karena tadi mengatakan akan ada satu join teknikal committee," jelas dia.



Rencananya, salah satu perusahaan BUMN Indonesia yakni, PT Bukit Asam akan membangun dua pembangkit listrik 2x600 Megawatt (MW). Satu berada di Kalimantan dan satu di Sumatera.



"Kemudian akan disambungkan dengan kabel, kalau kita lagi peak, mereka akan ambil, lalu kalau mereka punya kelebihan, kita ambil," ungkapnya.



Dalam rencananya, proyek ini akan beroperasi pada 2019 mendatang. "Sudah mulai jalan, diharapkan 2019 sudah bisa beroperasi, iya komersial, nanti urusannya business to business antara PLN dengan perusahaan listrik mereka," tutup dia.



Sebagai bentuk penjajakan, pada hari ini, Menteri Tenaga, Teknologi Hijau dan Air Malaysia, Datuk Seri Panglima Dr. Maximus Johnity Ongkili mengunjungi Menteri Sudirman Said.





Seperti diketahui, Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR), Satya W Yudha merasa tidak percaya dengan data rasio elektrifikasi yang disampaikan Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya, saat ini, Yudha melihat masih banyak daerah krisis listrik khususnya di Indonesia Timur.



Dari laporan yang disampaikan pemerintah, rasio elektrifikasi di salah satu wilayah yakni Maluku telah mencapai 80 persen. Namun, hasil ini berbanding terbalik dari laporan di lapangan yang di beberapa titik masih terjadi pemadaman dan bahkan belum teraliri listrik.



Dari catatan ESDM terungkap daerah yang paling kecil elektrifikasinya yakni Papua yang hanya 43,17 persen. Daerah lainnya adalah NTT dengan rasio elektrifikasi hanya 59,52 persen serta NTB yang hanya 65,57 persen.















Sumber: galamedianews

Related

Nusantara 8574972527236983167

Follow Us

Populer

Terkini

Terkomentari

Ads

Ads

Media Persatuan

Kami Hadir Sebagai media pemersatu Indonesia dan mampu menginspirasi anak bangsa dengan berlandaskan semangat nasionalisme-kebangsaan.

item