PEMUDA PUI: RAMADHAN HARUSNYA JOKOWI SEMAKIN INGAT AKHIRAT KARENA JANJINYA
Bagi masyarakat muslim, puasa di bulan ramadhan adalah momentum muhasabah diri. Menghitung kualitas diri selama sebelas bulan lamanya. Ap...
http://mediapersatuannews.blogspot.com/2015/06/pemuda-pui-ramadhan-harusnya-jokowi.html
Bagi masyarakat muslim, puasa di bulan ramadhan adalah momentum muhasabah
diri. Menghitung kualitas diri selama sebelas bulan lamanya. Apakah banyak melakukan
kebaikan atau sebaliknya. Karena hakikatnya hidup adalah mempersiapkan diri
menghadapi kehidupan abadi. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ramadhan
merupakan waktu efektif bermuhasabah (evaluasi diri).
Dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda PUI Raizal Arifin, ”Substansi
ramadhan adalah mampu membawa perubahan terhadap siapa pun termasuk pimpinan
negara. Secara konstitusi mereka mendapat kepercayaan dari rakyat. Itu harus dihargai
dengan prestasi kerja. Kata kunci taqwa karena puasa bukti kualitas beribadah secara
kontinu.” Sebagaimana diketahui secara umum, problem menghadapi bulan ramadhan
adalah tidak terkendalinya harga-harga kebutuhan pokok. ”coba lihat, bagaimana
penderitaan rakyat karena kenaikan harga-harga. Rupiah menembus 13.200, level
terendah sejak 1998. Pemerintah terkesan diam tidak melakukan langkah terobosan,
belum lagi fenomena bagi-bagi kekuasaan,” ungkap Raizal Arifin lagi.
Dan yang menambah masalah lagi menurutnya, Menteri Rini Soemarno dan
petinggi PT Telkom telah meresmikan Data Center Telin-3 di Jurong, Singapura. ”ini
maksudnya apa? Bagaimana kedaulatan informasi negara bisa terjamin kerahasiaannya
kalau Data Center di Singapura. Ini pelanggaran terhadap Undang-undang 11 Tahun 2008
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik,” tegas Azam
Karenanya, menurut Azam, ”Jokowi harus hadir sebagai kepala negara, mumpung
bulan ramahan, presiden harus ingat akhirat. Dampak kebijakan yang salah akan diminta
pertanggungjawabannya, termasuk janji-janji terhadap rakyat.”
