Waduh! Jombang Gempar Gara - Gara 11 Tuyul
Ineke Puspitasari alias Pipit (14) siswi kelas 8 SMP berhasil menangkap 11 tuyul yang tengah bergerombol di sekitar tempat tinggalnya Desa J...
http://mediapersatuannews.blogspot.com/2015/06/waduh-jombang-gempar-gara-gara-11-tuyul.html
Sembilan tuyul ditangkap tengah kumpul di dekat rumah kakak dari ayahnya (pak de) dan dua tuyul lainnya datang tujuh hari kemudian -seperti tengah mencari temannya yang hilang.
11 tuyul tersebut saat ini terpenjara di dalam toples, milik Pipit. Wujud menyerupai anak kecil dengan tinggi badan antara 50-90 cm. Berkelamin laki-laki dan perempuan dengan tubuh berwarna merah,
“Kedua telinganya seperti telinga kelelawar, matanya merah menyala seperti api, mulutnya vertikal, kakinya hanya berjari 3. Kalau berjalan menjijit,” ungkap Pipit.
Pengakuan, Pipit berhasil menangkap 11 tuyul, dalam waktu singkat tersebar kemana-kaman dan warga pun berduyun-duyun mendatangi rumah siswi SMP tersebut.
Sejak pagi, rumah pasangan Djeni Siswantoro, 71, dan Misti yang merupakan kakek dan nenek Pipit, ramai didatangi warga.
Pintu dan jendela rumah sederhana ini tertutup rapat. Warga hanya bisa melihat pemandangan di dalam rumah dari balik kaca ruang tamu.
Pandangan warga terpaku ke sebuah toples kaca yang diletakkan di atas kain berwarna putih persis di balik jendela sisi kanan ruang tamu.
Di dalam toples kaca berdiameter 15 cm dan tinggi sekitar 20 cm dengan penutup berwarna merah ini konon terdapat 11 tuyul yang ditangkap Pipit.
Sementara gadis kelas 8 SMP ini terlihat melayani permintaan pengunjung yang ingin mengabadikan toples berisi belasan tuyul tersebut.
Pipit mengatakan, setelah menangkap sembilan tuyul dan menyimpannya di dalam toples kaca, selang tujuh hari kemudian dua tuyul datang ke rumah kakeknya.
Pipit mengaku melihat makhluk gaib yang menyerupai anak kecil itu hendak masuk ke rumah kakek Djeni melalui pintu belakang, Rabu (24/6/2015) sekitar pukul 18.30 WIB.
“Yang dua tuyul saya tangkap kemarin malam. Mereka mencari teman-temannya yang saya tangkap duluan,” jelasnya.
Meski rumahnya ramai dikunjungi warga, Pipit enggan memasang tarif masuk bagi para pengunjung.
“Dilarang kakek saya karena ini kan makhluk gaib yang tidak semua orang bisa melihat. Khawatir mengecewakan orang,” pungkasnya.
